Seorang pria paruh baya tampak lesu tak bersemangat. Seakan ia baru saja ditimpa oleh masalah yang super berat, sehingga masalah tsb menghancur semua masa depannya. Seakan langit akan runtuh menimpa dirinya, sedangkan ia hanya bisa menunggu langit itu menimpanya dengan cepat dan berharap penderitaan ini segera selesai.
Begitulah yg ada di dalam pikiran pria tsb, dikarenakan ia mengalami kecelakaan dan terbaring tak berdaya di bangsal sebuah rumah sakit.
Sudah hampir 1 bulan ia nginap d rumah sakit sederhana dan tak melakukan kegiatan apapun. Ia frustasi melihat anak istrinya kalang kabut mencari biaya rumah sakit. Ia merasa tidak berguna sebagai kepala keluarga yg harus menanggung hidup keluarganya justru ditanggung.
Suatu ketika datang seorang pasien baru,seorang pria tua dan terbaring tepat disampingnya. Pria tua itu tampak sedikit pucat walaupun sudah siuman dari pingsannya.
Suatu ketika terjadilah dialog antara mereka berdua. ‘anda sakit apa?Sepertinya anda begitu lemah’,tanya pria tua memulai pembicaraan. ‘ini bukan karena sakit,tapi saya merasa tidak berguna sebagai kepala keluarga. Saat ini keluarga saya pasti sedang kalang kabut mencari biaya rumah sakit ini. Sedangkan anda?Dimana keluarga anda?’. ‘anda tdk boleh seperti itu, anda hanya cuti sebentar menjadi kepala keluarga, anda masih diberi kesempatan untuk menjadi ayah yang baik serta suami yg bertanggung jawab. Apakah istri anda pernah protes tentang sakit anda?’. Pria paruh baya itu terkejut mendengar kata2 pria tua itu. Ia merasa orang yang ada disebelahnya itu penuh dengan semangat hidup. ‘Lihatlah d luar sana!’,lanjut pria tua itu sambil melihat ke arah jendela. ’saya belum dibolehkan duduk’. ‘Jika kamu perhatikan diluar sana,kamu akan melihat gelak tawa anak2 yang polos, juga taman2 yang indah. Mereka berlari di antara bunga2. Kamu pasti akan merasa senang melihatnya’. Pria paruh baya itu terbawa oleh cerita pria tua yg mendeskripsikan tentang taman2 dan anak2 yg berlari kesana kemari. Cerita itu tergambar jelas dipikiran pria paruh baya itu,sehingga melambungkan angannya jauh, terasa bagai cahaya yang sangat terang yang menyinari dunia yang dulu hitam kelam. Hidupnya terasa berubah menjadi lebih cerah, lebih bersemangat.
Keesokan harinya, pria tua tidak terlihat lagi dtempatnya. Pria paruh baya itupun bertanya pada perawat yg ada diruangan itu tentang keberadaan orang yg ada disebelahnya kemarin. Ternyata orang itu telah meninggal,dan yg lebih mencengangkan, saat ia diperbolehkan dokter untuk duduk, dengan cepat ia menoleh ke arah jendela tak sabar ingin melihat taman2 yg ada dipikirannya. Saat itu juga ia tercengang, karena yang dilihatnya adalah tembok besar yang tinggi. Ia menangis, ternyata dalam keadaan sakit sekalipun, pria tua itu mampu berbuat kebaikan pada orang lain. Ia masih bisa membahagiakan orang lain meskipun hanya sebentar dan itupun dengan kebohongan.
Posted in Uncategorized | No Comments »